Background
/ Berita / Akademik
Visiting Professor Bikin Mahasiswa Royal “Melek” Dunia Digital Creative Arts

Visiting Professor Bikin Mahasiswa Royal “Melek” Dunia Digital Creative Arts

Andhini Asri Awaliyah Arifin, S.Kom
14 Jan 2025
2 min baca
Bagikan

Digital Art Ternyata Nggak Sesempit yang Kita Kira

Di acara Visiting Professor kemarin, banyak mahasiswa yang awalnya mikir digital art itu cuma soal desain kece dan visual aesthetic. Tapi setelah dengerin materi dari Prof. Madya Ts. Dr. Wan Aida Wan Yahaya, semuanya langsung berubah.

Ternyata digital art bisa lari ke mana-mana: bisnis, teknologi, sampai dunia pendidikan.


Salah satu mahasiswa bahkan bilang:

“Bikin karya itu nggak sekadar buat estetika aja, tapi bisa jadi ide startup dan solusi nyata.”

 

Sesi Tanya Jawab: Semua Jadi Berani Bicara

Bagian yang paling hidup? Sesi interaktifnya.
Mahasiswa mulai tanya hal-hal yang real: gimana bangun personal branding dari karya, gimana ngehubungin kreativitas ke peluang bisnis, sampai gimana caranya survive di era Society 5.0.

Beberapa mahasiswa cerita kalau mereka pulang dengan ide baru yang langsung pengen dieksekusi. Ada yang kepikiran bikin project kreatif, ada juga yang mau mulai portofolio digital karena ngerasa “udah saatnya”.

 

Reaksi Mahasiswa: “Kapan lagi ada acara kayak gini?”

Dari sudut pandang mahasiswa, acara kayak gini tuh priceless. Ilmu yang dikasih bukan teori doang — tapi insight yang relate sama dunia kreatif sekarang.

 

Salah satu mahasiswa ngomong:

“Insight-nya kerasa real banget. Jadi makin kebuka kalau kita sebenarnya bisa bikin sesuatu yang berdampak, bukan cuma kerjain tugas lalu selesai.”

 

Jadi Generasi Kreatif yang Berani Coba

Visiting Professor kali ini jadi reminder bahwa anak muda itu punya banyak kesempatan buat bereksplorasi. Era Society 5.0 minta kita bukan cuma jadi pengguna teknologi, tapi pencipta ide dan karya.

Acara ini ngebantu mahasiswa ngeliat “peta jalan”-nya: mulai dari kreativitas, riset, sampai peluang bisnis.

Bagikan Informasi Ini